🎯 Misi kamu: Menjawab telepon sesuai standar operator (<3 dering) dengan nada hangat, mencatat & menindaklanjuti wake-up call termasuk eskalasi bila gagal, dan menerima reservasi dasar via telepon dengan script serta konfirmasi tertulis — secepat dan sehangat tamu bertemu langsung.
☎️
Standar operator: <3 dering
Angkat sebelum dering ke-3 — telepon berdering lama terdengar seperti diabaikan, dan kecepatan ini ikut dinilai lewat mystery call (bagian dari KPI review score/mystery call, bobot 30% untuk GSA / 25% untuk departemen)
Senyum dulu sebelum bicara — nada suara berubah walau tamu tidak melihat wajahmu
Salam standar: "Good morning, Sanggraloka, this is [nama], how may I assist you?"
Bicara jelas, tidak terburu-buru, dan konfirmasi ulang detail penting sebelum menutup telepon
Jika perlu transfer, sampaikan ke siapa dan kenapa: "Allow me to connect you to our Spa team"
🕵️
3 kebiasaan telepon yang bikin GSA terdengar profesional
Dengarkan aktif, jangan menyela — biarkan tamu selesai bicara, baru ulangi kembali poin pentingnya untuk konfirmasi
Jangan biarkan "dead air" — kalau perlu mengecek sesuatu, bilang dulu: "please hold while I check that for you", jangan diam tanpa penjelasan
Siapkan frasa dasar FR/KR (rujukan GEN-18) untuk tamu yang kurang lancar bahasa Inggris — bicara sedikit lebih pelan tanpa terkesan merendahkan
Jangan janjikan hal di luar wewenangmu (diskon, kompensasi) di telepon — sampaikan akan dikoordinasikan, lalu eskalasi ke FOM
⏰
Wake-up call log
Wake-up call yang telat atau lupa = kepercayaan tamu hilang, apalagi kalau mereka punya penerbangan pagi.
Catat di log: nomor kamar, nama tamu, jam diminta, tanggal, siapa yang mencatat
Konfirmasi ulang ke tamu: "That's a wake-up call at 5:30 AM for room 214, correct?"
Sistem/PMS akan memicu pengingat — tapi tetap silang-cek log manual sebagai jaring pengaman, karena kegagalan teknis atau kesalahan input tetap mungkin terjadi
Jika tamu tidak menjawab wake-up call: telepon ulang, lalu bila tetap tidak dijawab segera informasikan ke SPV/duty manager sebagai bagian service recovery dan dicatat di grup koordinasi operasional
📖
Reservasi dasar via telepon
Gunakan script agar tidak ada detail yang terlewat:
"Thank you for calling Sanggraloka Reservations, this is [nama]. May I have your name, preferred dates, and room type, please?"
Catat: nama tamu, tanggal check-in/out, tipe kamar (dari 6 tipe kamar Sanggraloka), jumlah tamu, permintaan khusus
Ulangi seluruh detail sebelum menutup telepon untuk konfirmasi
Sampaikan kebijakan deposit/pre-authorization IDR 1.000.000 per masa inap dan kebijakan pembatalan secara singkat — jangan ditunda sampai tamu check-in
Kirim konfirmasi tertulis via email setelah telepon ditutup
Untuk tamu Perancis/Korea, gunakan sapaan nama yang benar (contoh: Kim Min-jun → Mr Kim) dan bicara perlahan bila ada kendala bahasa
⚠️
3 kesalahan umum pemula & akibatnya
Membiarkan telepon berdering lebih dari 3 kali karena sedang sibuk dengan tamu lain — penelepon (bisa jadi calon tamu reservasi) merasa diabaikan, dan ini langsung tertangkap mystery call
Tidak mengulang detail wake-up call/reservasi sebelum menutup telepon — kesalahan jam/kamar baru ketahuan setelah tamu sulit dihubungi lagi, berisiko fatal untuk wake-up call
Membiarkan wake-up call gagal tanpa eskalasi — menganggap "tamu pasti sudah bangun sendiri" padahal prosedur resmi mengharuskan telepon ulang + lapor SPV/duty manager
Menunda penjelasan kebijakan deposit/pembatalan sampai tamu check-in — tamu kaget di lobby saat harus membayar deposit yang tidak pernah dijelaskan sebelumnya, berpotensi jadi komplain di depan tamu lain
🌏
Skenario Sanggraloka: reservasi Mme Lefèvre & wake-up call yang gagal
Telepon berdering, kamu angkat di dering kedua: "Good morning, Sanggraloka, this is [nama], how may I assist you?" — Mme Lefèvre dari Perancis ingin reservasi Premiere Suite untuk 3 malam. Kamu catat nama, tanggal, tipe kamar, jumlah tamu, lalu jelaskan singkat kebijakan deposit IDR 1.000.000 per masa inap dan pembatalan. Kamu ulangi seluruh detail sebelum menutup telepon, lalu kirim konfirmasi tertulis via email. Dua minggu kemudian, Mme Lefèvre menginap dan meminta wake-up call jam 05.30 untuk penerbangan paginya. Kamu catat di log dan konfirmasi ulang jamnya. Esok paginya, telepon wake-up call berdering lama tanpa jawaban. Kamu telepon ulang sekali lagi — tetap tidak dijawab. Sesuai prosedur, kamu segera informasikan ke duty manager sebagai service recovery, yang kemudian mengirim staf mengetuk kamar langsung. Mme Lefèvre ternyata tertidur pulas dan berhasil dibangunkan tepat waktu untuk mengejar penerbangannya — koordinasi cepat lintas peran ini adalah wujud Pawongan, harmoni antar manusia dalam Tri Hita Karana, yang menyelamatkan momen penting tamu.
💼
Nyambung ke jobdesk & KPI kamu
Real talk: tamu nggak lihat berapa banyak telepon yang kamu tangani sehari. Yang mereka ingat adalah satu momen — apakah teleponnya dijawab cepat, dan apakah wake-up call-nya tepat waktu.
Tugas jobdesk yang kamu kuasai di sini: "menjawab telepon ≤3 dering dengan script standar; mencatat & meneruskan pesan akurat" (FO-GSA-01). Telat angkat atau salah catat wake-up call/reservasi = tugas ini gagal walau niatmu baik.
KPI yang terbantu: kecepatan & kehangatan menjawab telepon ikut disampling lewat mystery call, menyumbang 30% KPI review score/mystery call GSA (25% level departemen). Menyelesaikan course ini masuk indikator training (15%), termasuk kompetensi bahasa FR/KR (FO-16, FO-17 Lv2) yang sering dipakai di telepon reservasi.
Untung buat kamu: skor bulanan ≥90 = nominasi Employee of the Month; disiplin telepon & wake-up call yang rapi adalah modal nyata menuju Senior GSA/GRO → FOM (jenjang karier di jobdeskmu).
⭐ INGAT SATU INI AJAAngkat sebelum dering ketiga, catat & konfirmasi semua detail dengan jelas, dan jangan pernah biarkan wake-up call gagal tanpa eskalasi — tiga kebiasaan ini menjaga kepercayaan tamu sekaligus skor bulananmu.